Senin, 21 September 2020
Minggu, 30 Agustus 2020
buku motivasi the spark
Minat ?? sms aja ke 081 2275 34788
Merdeka.com - Tak ada hal yang tak mungkin. Kalimat ini cocok
untuk menggambarkan keadaan dan prestasi yang telah diraih Jacob
Barnett, seorang anak berusia 14 tahun yang digadang-gadang akan
memenangkan hadiah Nobel suatu hari nanti.
Ketika berusia dua tahun, Jacob didiagnosis memiliki autisme. Dokter
memberitahu orang tua Jacob bahwa dia kemungkinan tak akan bisa
berbicara atau membaca, atau bahkan mengurus dirinya sendiri seumur
hidup. Namun kenyataannya, diagnosis dokter tersebut salah besar.
Saat ini, Jacob barnett yang baru berusia 14 tahun telah menjadi
mahasiswa Master yang berusaha mendapatkan gelar PhD dalam bidang fisika
quantum. Berdasarkan BBC, remaja yang memiliki IQ 170 ini telah
disiapkan untuk menerima hadiah Novel suatu hari nanti.
Sejak masuk ke Indiana University-Purdue University Indianapolis
(IUPUI) saat berusia 10 tahun, Jacob telah membuat profesor dan rekannya
takjub dengan kecerdasannya yang luar biasa. Remaja ini bahkan membantu
rekan mahasiswanya dalam mata kuliah kalkulus dan telah bergabung
menjadi peneliti ilmiah.
IQ Jacob diperkirakan telah melampaui IQ Albert Einstein. Berdasarkan
laporan TIME tahun 2011, Jacob bahkan diharapkan untuk bisa mematahkan
teori relativitas yang ditemukan oleh Albert Einstein suatu hari nanti.
Selain belajar di universitas, Jacob Barnett yang memiliki Sindrom
Asperger ini juga merupakan penulis buku dan wirausahawan. Jacob dan
keluarganya menjalankan yayasan sosial yang disebut Jacob's Place untuk
anak-anak yang memiliki autisme. Mereka menggunakan yayasan ini untuk
membongkar banyak mitos seputar anak-anak autis, serta membuktikan bahwa
anak autis bisa menjadi hebat.
"Saya sama sekali tidak diharapkan untuk ada di sini. Anda tahu,
dokter mengatakan saya bahkan tak akan bisa berbicara. Kemungkinan besar
ada terapis yang sedang ketakutan ketika melihat saya ada di sini,"
ungkap Jacob Barnett, seperti dilansir oleh Huffington Post (11/05).
Meski perjalanan Jacob terlihat mulus, namun kenyataannya ibunya
Kristine Barnett mengatakan bahwa Jacob selalu bekerja keras melewati
setiap hari untuk bisa mengalahkan autisme yang dideritanya.
"Dia menghadapinya setiap hari. Ada hal-hal yang diketahuinya tentang
dirinya dan dia harus berusaha mengaturnya setiap hari," ungkap
Kristine. Pada bulan April, Kristine menerbitkan sebuah memoar yang
menceritakan pengalamannya membesarkan Jacob, berjudul "The Spark: A
Mother's Story of Nurturing Genius."
Kristine berharap buku dan kisah mengenai Jacob bisa menjadi
inspirasi bagi semua orang tua dan anak yang memiliki autisme di dunia.
Kisah Jacob diharapkan bisa membuat semua anak yang memiliki kekurangan
atau didiagnosis dengan penyakit tertentu tidak patah semangat dan terus
berusaha. Mereka bisa melakukan dan meraih apapun yang mereka inginkan. http://www.merdeka.com/gaya/jacob-barnett-anak-autis-dengan-iq-melebihi-einstein.html
Selasa, 31 Desember 2019
Kelompok sharing Autisfamily
Autisfamily
Sudah terbentuk kelompok sharing Autisfamily di tiap daerah , anda bisa bergabung di koordinator tiap daerah :
Jakarta + Bogor : Ibu Via Hidayat 081 710 3807
Ibu Ida 0821 6666 6669
Bali : Ibu Sri Widiari 081 934 369 273
Samarinda : Ibu Marini 08215 35 888 30
Surabaya : Ibu Sari 081 328 478 183
Sulawesi Tenggara : Ibu fifi 081 2201 22302
Banjarmasin : Ibu Kessy 08563020251
Setiap ortu abk bisa gabung..gratis dan tidak ada komersialisasi .
Segera menyusul untuk kelompok sharing di tiap propinsi
Senin, 16 Desember 2013
Senin, 25 November 2013
Ajeng dalam menit oktober 2013
berikut sebagian karya nya..
semua dituangkan dalam bentuk gambar..baginya gambar adalah ekpresi yang ada di benaknya...
Sejak kecil ia menggambar, yang menjadi obyek nya adalah manusia..walaupun ia bisa membuat yang lain.. dalam sekejab tentunya ...
Jumat, 01 November 2013
Kamis, 17 Oktober 2013
Rabu, 09 Oktober 2013
Komunitas Autisfamily Indonesia
Terimakasih kepada rekan-rekan Ortu ABK (anak Berkebutuhan khusus ) yang sudah bergabung di komunitas autisfamily Indonesia.
Semoga nantinya akan kita peroleh banyak manfaat dalam komunitas ini..
untuk yang belum bergabung , bisa mengisi form dengan klik gambar berikut di bawah ini.
(bila berkenan silahkan mengirimkan foto anak dan keluarga via email rizz2000@rocketmail.com keluarga , kami akan tampilkan di web ini.tks)
(bila berkenan silahkan mengirimkan foto anak dan keluarga via email rizz2000@rocketmail.com keluarga , kami akan tampilkan di web ini.tks)
Terimakasih
Berikut sebagian isi dari form yang telah dikirimkan kepada kami (identitas dirahasiakan) :
Kita tidak sendirian, berbagi akan jauh lebih baik daripada hanya menutup diri dan bersedih. Bagaimanapun anak kita adalah karunia yang terbaik dari NYA.
Tetaplah semangat untuk buah hati kita tercinta !!
Tetaplah semangat untuk buah hati kita tercinta !!
Selasa, 10 September 2013
Anak Autis / ABK deket dengan bullying
Apakah ABK kita layak sekolah di sekolah umum ?? Apa yang terjadi bila ia sekolah di sekolah umum??
Cuplikan BBM diatas adalah share dari salah satu ortu abk (12 thn) . sebenarnya bullying bisa terjadi pada siapa saja baik anak normal maupun abk, namun untuk abk untuk terjadi kemungkinannya sangat besar , apalagi abk dengan ada kekurangan untuk bicara, komunikasi.. sehingga anak mengalami hambatan untuk bercerita kepada guru/ortu perihal apa yang dialaminya di sekolah.
Bagaimana dengan anak kami ??? Anak kami sendiri pernah mengalami bullying baik pada sekolah inklusi dan umum , terakhir pada saat SMP yang sama sekali belum pernah menerima abk. Bullying yang dialami bisa berupa ejekan, hasutan teman-temannya untuk mengejek siswa lain sehingga siswa yang diejek marah dan memukulnya, lain itu kondisi sekolah dan guru yang tidak mau mengajarnya karena anak tertekan dan takut dengan teman-temannya , sehingga ia tidak merasa nyaman. kejadian ini ternayat terus berlangsung hHingga akhirnya anak kami tidak mau sekolah lagi karena takut di pukuli temannya. Secara akademik pada semester 2 prestasi nya melorot ke rangking 12 dari 25 murid , padahal semester sebelumnya pernah mencapai rangking 1.
Pengalaman diatas, menunjukkan masih banyaknya mereka yang belum bisa menerima perbedaan yang ada pada abk , sebagai gambaran apabila pada sekolah TK hingga SD, murid lain masih bisa takut kalau di bilang .."jangan pukul dia atau jangan ejek dia".. tapi tidak demikian bila anak sudah berada di SMP umum .
Sekolah umum bukanlah solusi yang tepat untuk anak abk, karena bagaimanapun mereka berbeda, dan perbedaan itu makin jelas apabila anak pulih ketika ia sudah besar (ada masa-masa yang terlewati). ABK itu berbeda dalam cara belajar mengajar, beda cara memahami nya. mereka butuh kondisi yang nyaman, mereka butuh guru pendidik yang mau memahaminya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Alangkah lebih baik bila anak bisa mendapatkan haknya belajar dengan suasana yang nyaman karena bagaimana bisa belajar jika ia merasa tidak nyaman, ketakutan , dlsb. Jangankan mereka, kita saja yang dipaksa sekolah dengan rasa takut pasti tidak akan bisa belajar dg baik. tentunya harus didukung banyak pihak yang mengerti dan mau mendukung kelangsungan belajar anak.
Banyak ortu berseloroh begini.. "kalau sekolah bisa mendidik anak normal menjadi pintar itu sudah biasa kalau bisa mendidik anak autis/ abk menjadi pintar..itu baru luar biasa " .
Tidak harus menunggu mereka..kita pun bisa mengajarkan kepada anak kita , kita bisa mendidik mereka dengan gaya bermain, bernyanyi ....pasti akan lebih mudah ddiserap, tanamkan dalam hati bahwa ....
Bagaimanapun mereka adalah anak yang LUAR BIASA !!
Apa itu Bullying?
Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan
dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan
mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development
mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang
mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik
secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau
penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus
menerus.
Bentuk-bentuk bullying antara lain seperti berikut :
- Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan mencuri barang.
- Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan menghancurkan reputasi seseorang.
- Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan (exampel : "Eh ada sih pincang lewat"). ( dari http://astrinityas.blogspot.com/2012/08/apa-itu-bullying.html
Langganan:
Postingan (Atom)


















































