Minggu, 30 Agustus 2020

buku motivasi the spark


Minat ?? sms aja ke 081 2275 34788
Merdeka.com - Tak ada hal yang tak mungkin. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan keadaan dan prestasi yang telah diraih Jacob Barnett, seorang anak berusia 14 tahun yang digadang-gadang akan memenangkan hadiah Nobel suatu hari nanti.
Ketika berusia dua tahun, Jacob didiagnosis memiliki autisme. Dokter memberitahu orang tua Jacob bahwa dia kemungkinan tak akan bisa berbicara atau membaca, atau bahkan mengurus dirinya sendiri seumur hidup. Namun kenyataannya, diagnosis dokter tersebut salah besar.
Saat ini, Jacob barnett yang baru berusia 14 tahun telah menjadi mahasiswa Master yang berusaha mendapatkan gelar PhD dalam bidang fisika quantum. Berdasarkan BBC, remaja yang memiliki IQ 170 ini telah disiapkan untuk menerima hadiah Novel suatu hari nanti.
Sejak masuk ke Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI) saat berusia 10 tahun, Jacob telah membuat profesor dan rekannya takjub dengan kecerdasannya yang luar biasa. Remaja ini bahkan membantu rekan mahasiswanya dalam mata kuliah kalkulus dan telah bergabung menjadi peneliti ilmiah.
IQ Jacob diperkirakan telah melampaui IQ Albert Einstein. Berdasarkan laporan TIME tahun 2011, Jacob bahkan diharapkan untuk bisa mematahkan teori relativitas yang ditemukan oleh Albert Einstein suatu hari nanti.
Selain belajar di universitas, Jacob Barnett yang memiliki Sindrom Asperger ini juga merupakan penulis buku dan wirausahawan. Jacob dan keluarganya menjalankan yayasan sosial yang disebut Jacob's Place untuk anak-anak yang memiliki autisme. Mereka menggunakan yayasan ini untuk membongkar banyak mitos seputar anak-anak autis, serta membuktikan bahwa anak autis bisa menjadi hebat.
"Saya sama sekali tidak diharapkan untuk ada di sini. Anda tahu, dokter mengatakan saya bahkan tak akan bisa berbicara. Kemungkinan besar ada terapis yang sedang ketakutan ketika melihat saya ada di sini," ungkap Jacob Barnett, seperti dilansir oleh Huffington Post (11/05).
Meski perjalanan Jacob terlihat mulus, namun kenyataannya ibunya Kristine Barnett mengatakan bahwa Jacob selalu bekerja keras melewati setiap hari untuk bisa mengalahkan autisme yang dideritanya.
"Dia menghadapinya setiap hari. Ada hal-hal yang diketahuinya tentang dirinya dan dia harus berusaha mengaturnya setiap hari," ungkap Kristine. Pada bulan April, Kristine menerbitkan sebuah memoar yang menceritakan pengalamannya membesarkan Jacob, berjudul "The Spark: A Mother's Story of Nurturing Genius."
Kristine berharap buku dan kisah mengenai Jacob bisa menjadi inspirasi bagi semua orang tua dan anak yang memiliki autisme di dunia. Kisah Jacob diharapkan bisa membuat semua anak yang memiliki kekurangan atau didiagnosis dengan penyakit tertentu tidak patah semangat dan terus berusaha. Mereka bisa melakukan dan meraih apapun yang mereka inginkan. http://www.merdeka.com/gaya/jacob-barnett-anak-autis-dengan-iq-melebihi-einstein.html

Selasa, 31 Desember 2019

Kelompok sharing Autisfamily


Kelompok sharing
Autisfamily

Sudah terbentuk kelompok sharing Autisfamily di tiap daerah , anda bisa bergabung di koordinator tiap daerah :

Jakarta + Bogor       : Ibu Via Hidayat 081 710 3807
                                   Ibu Ida               0821 6666 6669
Bali                          : Ibu Sri Widiari  081 934 369 273
Samarinda                : Ibu Marini        08215 35 888 30 
Surabaya                   :  Ibu Sari            081 328 478 183
Sulawesi Tenggara    : Ibu fifi              081 2201 22302
Banjarmasin              : Ibu Kessy         08563020251 

Setiap ortu abk bisa gabung..gratis dan tidak ada komersialisasi .

Segera menyusul untuk kelompok sharing di tiap propinsi

Senin, 16 Desember 2013

Senin, 25 November 2013

Ajeng dalam menit oktober 2013

berikut sebagian karya nya..
semua dituangkan dalam bentuk gambar..baginya gambar adalah ekpresi yang ada di benaknya...
Sejak kecil ia menggambar, yang menjadi  obyek nya adalah manusia..walaupun ia bisa membuat yang lain.. dalam sekejab tentunya ...




Jumat, 01 November 2013

Ajeng dalam menit

Dalam setiap kesempatan..
menggambar adalah kesukaannya ..
  Dalam waktu kurang dari 1 menit
 
 

Rabu, 09 Oktober 2013

Komunitas Autisfamily Indonesia

Terimakasih kepada rekan-rekan Ortu ABK (anak Berkebutuhan khusus ) yang sudah bergabung di komunitas autisfamily Indonesia.
Semoga nantinya akan kita peroleh banyak manfaat dalam komunitas ini.. 
untuk yang belum bergabung , bisa mengisi form dengan klik gambar berikut di bawah ini.
(bila berkenan silahkan mengirimkan foto anak dan keluarga  via email rizz2000@rocketmail.com  keluarga , kami akan tampilkan di web ini.tks)
Terimakasih

Berikut sebagian isi dari form yang telah dikirimkan kepada kami (identitas dirahasiakan) :
Kita tidak sendirian, berbagi akan jauh lebih baik daripada hanya menutup diri dan bersedih. Bagaimanapun anak kita adalah karunia yang terbaik dari NYA.
Tetaplah semangat untuk buah hati kita tercinta !! 

 

 
 

Selasa, 10 September 2013

Anak Autis / ABK deket dengan bullying


Apakah ABK kita layak sekolah di sekolah umum ?? Apa yang terjadi bila ia sekolah di sekolah umum??

Cuplikan BBM diatas adalah share dari salah satu ortu abk (12 thn) .  sebenarnya bullying bisa terjadi pada siapa saja baik anak normal maupun abk, namun untuk abk untuk terjadi kemungkinannya sangat besar , apalagi abk dengan ada kekurangan untuk bicara, komunikasi.. sehingga anak mengalami hambatan untuk bercerita kepada guru/ortu perihal apa yang dialaminya di sekolah.

Bagaimana dengan anak kami ??? Anak kami sendiri pernah mengalami bullying baik pada sekolah inklusi dan umum  , terakhir pada saat SMP yang sama sekali belum pernah menerima abk. Bullying yang dialami bisa berupa ejekan, hasutan teman-temannya untuk mengejek siswa lain sehingga siswa yang diejek marah dan memukulnya, lain itu kondisi sekolah dan guru yang tidak mau mengajarnya karena anak tertekan dan takut dengan teman-temannya , sehingga ia tidak merasa nyaman. kejadian ini ternayat terus berlangsung hHingga akhirnya anak kami tidak mau sekolah lagi karena takut di pukuli temannya. Secara akademik pada semester 2 prestasi nya melorot ke rangking 12 dari 25 murid ,  padahal semester sebelumnya pernah mencapai rangking 1.

Pengalaman diatas, menunjukkan masih banyaknya mereka yang belum bisa menerima perbedaan yang ada pada abk , sebagai gambaran apabila pada sekolah TK  hingga SD, murid lain masih bisa takut kalau di bilang .."jangan pukul dia atau jangan ejek dia".. tapi tidak demikian bila anak sudah berada di SMP umum .  

Sekolah umum bukanlah solusi yang tepat untuk anak abk, karena bagaimanapun mereka berbeda, dan perbedaan itu makin jelas apabila anak pulih ketika ia sudah besar (ada masa-masa yang terlewati). ABK itu berbeda dalam cara belajar mengajar, beda cara memahami nya. mereka butuh  kondisi yang nyaman, mereka butuh guru pendidik yang mau memahaminya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Alangkah lebih baik bila anak bisa mendapatkan haknya belajar dengan suasana yang nyaman karena bagaimana bisa belajar jika ia merasa tidak nyaman, ketakutan , dlsb. Jangankan mereka, kita saja yang dipaksa sekolah dengan rasa takut pasti tidak akan bisa belajar dg baik. tentunya harus didukung banyak pihak yang mengerti dan mau mendukung kelangsungan belajar anak.

Banyak ortu berseloroh begini.. "kalau sekolah bisa mendidik anak normal menjadi pintar itu sudah biasa kalau bisa mendidik anak autis/ abk menjadi pintar..itu baru luar biasa " . 

Tidak harus menunggu mereka..kita pun bisa mengajarkan kepada anak kita , kita bisa mendidik mereka dengan gaya bermain, bernyanyi ....pasti akan lebih mudah ddiserap, tanamkan dalam hati bahwa ....

Bagaimanapun mereka adalah anak yang LUAR BIASA !!

Apa itu Bullying? 

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.
Bentuk-bentuk bullying antara lain seperti berikut :
  1. Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan mencuri barang.
  2. Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan menghancurkan reputasi seseorang.
  3. Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan (exampel : "Eh ada sih pincang lewat"). ( dari http://astrinityas.blogspot.com/2012/08/apa-itu-bullying.html