Pada Ajeng, kami terkadang menjumpai perilakunya seperti anak umur 3 atau 4 tahun . Kami menyadari bahwa masa-masa usia tersebut belum pernah/ sangat sedikit dialaminya dan terlewati saat ia masih autis hiperaktif, sehingga saat setelah terapi dan kondisinya jauh lebih baik saat ini, masa –masa tersebut terulang . Seperti halnya evolusi pada anak yang dimulai dari berbagai tahapan proses seperti pada saat merangkak, kemudian belajar jalan dan berlari, begitu juga pada perilaku anak yang berkebutuhan khusus seperti Ajeng.
Ia kadang merengek bila menghendaki sesuatu , namun dilain waktu ia bisa meminta dengan bahasa yang baik, dan bisa memahami bila diberi alasan tidak boleh.
Dulu ia tidak suka bermain boneka...namun ia saat ini suka boneka , seperti Barbie, dan sering menggambar pada kertas dengan versinya sendiri.
Dulu bila hendak tidur , tidak suka ditemani, namun saat ini ia mau dipeluk dan bilang Mama...ajeng mau bobok dulu ya...,
Disipilin dan Mandiri
- Ajeng sangat disiplin dalam melakukan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaannya, seperti mengecek tas bawaannya, baju ganti 2 set (karena ia sekolah di SD Fulllday sampai sore hari).
- Bila dipesankan oleh gurunya, seperti .. ‘ besok Ajeng disuruh bu guru bawa untuk baju kaos untuk disablon , .....bawa uang Rp.1500 untuk beli kerajinan...dll “ maka ia segera mengingatkan kami untuk menyediakan barang yang dimaksud setibanya di rumah, begitu juga saat akan berangkat ke sekolah keesokan harinya.
- Mengerjakan PR dan tidak mau berangkat bila PR nya belum selesai dikerjakannya (pernah ia terjaga di malam hari sekitar Jam 12 Malam karena teringat belum mengerjakan PR matematika, dan Mamanya harus bangun menjadi partner belajarnya). Ketika kami tanya kenapa Ajeng takut bila tidak mengerjakan PR? Rupanya di sekolah ada sistem punish dan reward. Perlu diiketahui, pelajaran matematika menjadi momok buat siswa normal, begitu juga dialami anak kami, namun saat ini ia sedikit banyak sudah memahami dan bila tidak tahu, maka ia akan segera bertanya. Sedangkan mengenai pelajaran lainnya, bila ada PR maka ia akan mengerjakan sendiri , itupun dengan cepat.
- Dalam hal makanan di sekolah, ia bisa memilah-milah makanan yang tidak boleh seperti yang berbahan terigu, susu dan dari kacang-kacangan. Dan bila di beri, ia akan membawanya dalam tas ranselnya, dan diberikan adiknya. Dulu pernah sebelum ia bisa disiplin dalam diet makanan, gurunya pernah bilang kalo ajeng sering ngamuk di sekolah. Ketika saya bilang,.”.Ajeng,,,tidak boleh makan yang mengandung terigu, susu dan kacang..karena nanti sakit”. Sejak saat itu, bila tidak tahu dari bahan apa makanan tersebut dibuat, maka ia bertanya..ini bahannya dari terigu, susu atau kacang tidak ya...?? malah bila makanan tersebut dalam kemasan , maka ia bertanya sudah expired belum ya ...???
- Sholat 5 waktu tak pernah lupa dikerjakannya, bila saat subuh tiba, bila dibangunkan ia dengan tanpa malas untuk bangun dan sholat subuh. Awalnya dulu dirumah Ia tidak teratur sholatnya,, ketika adiknya bilang..Mbak Ajeng, kata Pak guru Agama, nanti kalo orang tidak sholat,,dikuburnya nanti didatangi ular besar lho....(saya juga pernah baca hal tersebut di buku Hidup setelah Mati)..Nah setelah itu ia rajin sholat.
Pada saat nonton film kartun kesukaannya di TV , bila diminta mandi pagi, maka ia tidak marah dan dengan sukarela mandi sendiri bersama adiknya.
Pernah kami telat menjemput Ajeng dan adiknya hingga maghrib (biasanya jam 16.30) , dan sejak itu ia selalu mengingatkan untuk segera menjemputnya sore hari setelah Ashar dan jangan sampai maghrib.
Kami sering sharing dengan orangtua anak lain, ternyata sikap disiplin ini terjadi pada anak dengan kasus yang sama. Saya pikir kita harus bisa memanfaatkan sikap seperti ini dengan menanamkan perilaku-perilaku yang dapat membuatnya mandiri dan harus menjadi kebiasaanya atau juga melalui terapi .
Selain itu , kami harus selalu memberikan umpan balik ke Ajeng seperti bertanya apa yang dilakukan di sekolah, makan apa, temannya siapa, ...dan berikan pelajaran lewat permainan yang mengasah otaknya seperti puzzle, maupun mengenali benda dalam bahasa inggris. Terkadang ia suka bermain game didepan komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar