Minggu lalu seorang Bapak datang dari seberang pulau ke rumah kami. Ia tertarik dengan blog kami di http://www.autisfamily.blogspot.com. Anaknya juga ternyata mengidap autis ( 9 tahun), dan kedatangannya untuk sharing dan berkenalan dengan anak kami ajeng (11 tahun).
Anak beliau sampai saat ini belum bisa bicara, walaupun duduk di kelas 2 SD, selain itu kurangntya tatap mata, komunikasi 2 arah, sulit konsentrasi.
Sebelumnya, si anak telah di menjalani terapi medis, terapi dengan arahan psikiater terkemuka di jakarta, terapi tusuk jarum oleh tabib terkenal di jakarta. Juga sebelumnya telah menerapkan diet yang ketat namun hasil yang didapat belumlah maksimal.
Saya bertanya, apakah sejak kecil bapak telah mengetahui perbedaan yang menjadi ciri khas anak autis? beliau menjawab tidak, dan mengatakan infeksi MMR mungkin penyebabnya. Saya menceritakan, dulu ketika Ajeng lahir, tangisannya sangat sedikit dan kesulitan mencari , maaf, puting susu ibunya untuk menyusu. Beliau ternyata memiliki pengalaman yang sama.
TERNYATA ADA PERSAMAAN, DAN MUNGKIN BISA MENJADI ACUAN KITA PARA ORANGTUA UNTUK MENDETEKSI ANAKNYA KETIKA BARU LAHIR.
Semoga bermanfaat
Riswanto
081227534788 http://www.autisfamily.blospot.com
1 komentar:
Ngapunten aku cari buku tamu nggak ketemu, salam kenal dan titip disini aja nggih untuk publikasi
Khusus untuk Orang Tua dengan anak Autis dan Spektrumnya dan Okupasi Terapis
Workshop Sehari Tentang:
Desain Diet Sensori (Aktivitas Integrasi Sensori) untuk Anak Autis dan Spektrumnya di Rumah
Latar Belakang
Seperti diketahui penyandang Austis dan spektrumnya banyak yang mengalami gangguan pengolahan integrasi sensori, sehingga anak ada yang mengalami terlalu banyak input sensori (overload) atau terlalu sedikit input sensori (underload). Kedua faktor tersebut akan menyebabkan anak mengalami gangguan perilaku mulai dari hal yang paling ringan seperti memilih-milih makanan sampai hal yang paling berat seperti anak sangat cemas dan ketakutan untuk bergerak.
Menyikapi hal ini Budi Center, Sekolah dan Klinik anak dengan Kebutuhan Khusus Solo, akan mengadakan workshop sehari tentang Desain Program Diet Sensori (Aktivitas Integrasi Sensori) yang dapat dilakukan sendiri oleh orang tua di rumah sebagai terapis untuk putra-putrinya.
Tujuan Instruksional:
Setelah selesai mengikuti workshop orang tua dengan Autis dan spektrumnya dan okupasi terapis diharapkan akan mampu:
1. memahami proses pengolahan informasi sensori yang masuk kedalam tubuh
2. memahami tanda dan gejala anak dengan gangguan pengolahan proses sensori
3. mengidentifikasi problem sensori integration anak dengan Autis dan Spektrumnya
4. mendesain diet sensori (aktivitas sensory integration) di rumah
5. mengevaluasi program diet sensori yang dilakukan dirumah
Fasilitator:
Tri Budi Santoso, BSc.OT, M.OT
(Pediatric Occupational Therapist Consultant),
Alumni University of Alberta Canada dan La Trobe University Australia.
Praktisi terapi okupasi pada bidang anak dengan kebutuhan khusus selama 12 tahun.
Kontribusi:
Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah)
fasilitas: Sertifikat, Seminar Kit, Makan Siang dan Snack
Waktu Pelaksanaan dan Tempat:
Hotel Agas Solo, (Sebelah utara Stadion Kota Barat Solo) ,
Jl. Dr. Muwardi No 44 Telp 0271-714888
Minggu, 18 Januari 2009,
Jam 08.00 – 15.00
Persyaratan Untuk Mengikuti Workshop:
1. Bagi Okupasi Terapis untuk membawa fotokopi ijasah okupasi terapis
2. Bagi orang tua anak dengan kebutuhan khusus untuk membawa : surat keterangan dokter / surat dari kepala sekolah / surat dari Parents Support Group (PSG) kota setempat yang menyatakan memiliki anak dengan Autis dan Spektrumnya
3. Bukti Transfer Uang Pendaftaran
4. Panitia berhak menolak peserta untuk mengikuti Workshop tanpa identitas yang jelas dan Bukti Transfer Uang Pendaftaran
Pendaftaran:
Kardi 0271.7071224 / 08122654824
Klinik Budi Center
Jl. Adi sucipto No.184 J Karangasem Surakarta
0271-2020110, budicenter_solo@yahoo.com
dengan mentransfer uang pendaftaran pada rekening BCA KPC PASAR LEGI atas nama UNTUNG WAHYUDI Nomor Rekening: 0790286685. Bukti Transfer supaya dibawa pada waktu Workshop
Refund Policy: Uang pendaftaran yang telah dikirim tidak dapat dikembalikan, tetapi boleh digantikan oleh orang tua atau okupasi terapis yang lain.
http://kardiyoga.multiply.com
Posting Komentar