Selasa, 03 Januari 2012

mengenal ADHD/GPPH dan mensikapinya

Perhatian Lebih untuk Anak Hiperaktif


Anak dengan ADHD (Attention Defisit Hiperactive Disorder) atau GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas) membutuhkan banyak perhatian orang tua. Selain terapi medikasi, diperlukan terapi lain yang menyeluruh. Tak perlu menyalahkan, namun juga jangan menganakemaskan atau menganaktirikannya.
Secara kasat mata Kiki (4) sama seperti anak normal lainnya. Tapi orang-orang yang mengenalnya atau sering berhubungan dengannya akan merasakan betapa sulitnya berurusan dengan anak ini. Kiki terkenal sering menjahili teman-teman sebayanya, mengganggu mereka belajar, lari kesana kemari, atau bertengkar. Namun Dewi (32), ibu Kiki tidak merasa khawatir akan anaknya. Ia menganggap keaktifan Kiki masih terbilang wajar.
Dewi berkeyakinan, di usia tersebut anak-anak memang sedang aktif mengeksplorasi apa yang ada di sekitarnya, dan selalu ingin mencoba banyak hal, selama Kiki mau mendengarkan larangan, perintah, dan nasihat dari orang tuanya, gurunya, dan orang lain yang patut di hormati, Dewi tak perlu mengkhawatirkan perilaku anaknya.
Tetapi bagaimana bila anak tersebut ternyata sangat sulit diatur. Larangan dan perintah orang tua dan guru, hanya ampuh beberapa menit bahkan detik saja. Selebihnya, ia tidak mau bekerja sama, tidak mau diam, dan berbagai bentuk kebandelan lain yang sudah mengancam “stabilitas” kelas, rumah, atau bahkan tempat umum?
Psikiater Anak, Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), dari Divisi Psikiater Anak dan Remaja Departemen Psikiatri FKUI/RSCM mengatakan,banyak orang tua tidak merasa khawatir bila anaknya yang masih berusia balita terkesan sangat aktif. Meski kadang melelahkan dan menimbulkan kekesalan, tapi memang begitulah ulah balita yang sehat. Mereka sedang giat-giatnya mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Menyentuh, memegang, mencium, bahkan memakan apapun yang menarik perhatiannya, adalah bagian dari proses yang perlu ia jalani dalam siklus kehidupannya.
Tapi bila aktivitas tersebut sudah di luar batas kewajaran, dan tak dapat terkontrol, perlu di waspadai apakah anak itu menderita Attention Defisit Hiperactive Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Anak dengan kecenderungan beraktivitas berlebihan (hiperaktif) dan sulit berkonsentrasi itu, biasanya mulai terlihat pada usia 2 tahun.

Sabtu, 31 Desember 2011

Album Foto akhir 2011

 Nunggu Antrian di RS JIH Yogya...ufff periksa THT
 
 Komodo
Bersama Pakde Muji , Bude Wiwik, Bude rini , Adik dan Mas Bimo 31 des 2011
 segerrr

 Jajan dulu sebelum pulang sekolah
 

Kamis, 29 Desember 2011

Tidaklah cukup diet makanan alergi saja (dari tes alergi)

Dari banyak teman yang sudah melakukan tes alergi pada anaknya , hasilnya akan dapat diketahui bahwa anak mengalami alergi pada jenis jenis makanan tertentu, seperti misalnya alergi susu, kacang, susu sapi dll.
Tapi apakah cukup hanya menghindari  makanan alerginya saja ataukah lebih dari itu ? berdasarkan sharing dari banyak teman baik di komunitas kami , juga dari share di non komunitas baik di BB, FB maupun telpon langsung....ternyata  pemberian makanan  hanya menghindari alergi saja.Ketika mereka mengetahui dan membandingkan diet yang telah kami terapkan terhadap ajeng ...mereka berkata ...alangkah banyak dietnya !!.. ya memang di Biomedika plus, dietnya cukup ketat..namun anak tidak diet lama, hanya sekitar 1-2 tahun saja.

Bagi anda yang memiliki abk dengan usia balita mungkin belum bisa merasakan efeknya, tetapi bagi para ortu yang memiliki anak diatas usia 10 tahun pasti akan bisa merasakan, seperti  misalnya hari ini share dengan ortu anak autis hiper usia 12 tahun, berpegang dari  hasil tes alergi, bahwa anak tidak bermasalah dengan terigu, dan dengan hasil tes ini, anak tetap mengkonsumsi terigu (jangka panjang ) dan sejak usia 3 tahun juga dilakukan  terapi ABA dan TW(terapi wicara) telah dilakukan sejak usia 3 tahun (bayangkan sudah 9 tahun), namun kondisi anak masih hiper dan perilaku juga masih buruk juga masih non verbal. (Bayangkanlah bila anak tanpa diet sama sekali  ..)..Seperti rasanya ada yang sia-sia dilakukan selama ini... keluh ortunya .

Kami dikomunitas  selalu menyuarakan  bahwa diet itu penting dan diet tidak cukup hanya menghindari alergi saja, karena ada banyak makanan lain yang bisa berefek buruk bila dikonsumsi abk.. karena tidak mampu tercerna baik..kemudian akan menjadi jamur yang bisa mengganggu . Janganlah khawatir akan kekurangan gizi, masih banyak makanan yang dapat kita olah yang bergizi untuk anak kita. Janganlah anak diberikan sembarang suplemen , selain terserapnya sedikit sekali , dan efek sampingnya bisa memperburuk kondisi anak. Jangan juga kita selaku ortu , mencap bahwa semakin mahal suplemen adalah bagus, jangan juga beranggapan suplemen aman apalagi konsumsi jangka panjang, apalagi suplemen sebagaian besar tidak dikondisikan untuk anak autis.
Alhamdulillah, para ortu yang menerapkan pola diet ( yang pernah kami terapkan) pada anaknya, berbagi info kalau anaknya semakin baik perkembangannya, antara lain dari segi emosi, focus dan lebih tenang.
Jadi lakukan diet dengan tepat..!!
Bila kurang jelas..silahkan hub kami di 081227534788
Salam berbagi dari kami yang peduli autis ..semoga bermanfaat untuk semua.

Rabu, 28 Desember 2011

Informasi Autis yang Kami jadikan pegangan

Informasi Autis semakin mudah didapat dari berbagai media , diantaranya melalui internet. Tidak seperti ketika kami mencari informasi mengenai autis 12 tahun yang lalu, informasi masih sangat minim. kami juga masih merasa asing dengan apa itu autis dan apa yang harus dilakukan.agar ajeng bisa segera  pulih.
Kemarin, kami ada sharing dengan ibu dari anak berusia 2,1 tahun..beliau mendapatkan info dari internet mengenai ciri-ciri autis , padahal beliau belum memeriksakan anaknya ke medis/ psikolog. Kami bertanya mengapa ibu yakin kalau anak ibu mengalami autis ? Ternyata ibu ini  membandingkan perilaku anak dengan sebayanya dan telah melakukan intervensi dengan mengikutkan terapi ABA dan TW sejak 6 bulan lalu , artinya pada anak usia  19 bulan. Tingkat kepedulian orangtua terhadap anak semakin tinggi dengan banyaknya info yang didapat. Apa yang dilakukan sang ibu sudah baik, dan selalu mengevaluasi apa yang telah dan tengah dilakukan terhadap anak, dan apa yang harus dilakukan dikemudian hari agar lebih efektif. Membandingkan kondisi anak dengan anak sebayanya..bila ada perbedaan. 
Sharing adalah salah satu upaya mendapatkan banyak informasi , karena dari sharing kita bisa mendapatkan pengalaman dari teman-teman yang mengalami hal yang sama, sehingga kita bisa mempertimbangkan langkah (terapi, diet , dll ) agar kita tidak membuang waktu, biaya , tenaga dengan percuma.


Dari internet  juga sebenarnya ( pada waktu ajeng berusia 2 tahun) kami memperoleh informasi tentunya  dari ahli autis yang sangat saya sangat saya pegang betul adalah:
1)  Sebagian besar autis bermula pada pencernaan yang kurang sempurna dan berimbas pada gangguan di otaknya sehingga menggangu perilakunya.
2.Autis bukanlah penyakit jadi  autis tidak membutuhkan obat , sedangkan obat yang ada hanyalah obat penenang (yang sering dipakai di RSJ) tujuannya agar anak bisa diterapi dengan baik.
Namun obat ini bersifat jangka panjang yang pasti ada berdampak negatif pada organ tubuh lainnya ..artinya menimbulkan masalah baru. pemakaian obat / suplemen jangka panjang menandakan bahwa obat/ suplemen bekerja tidak efektif. ( mungkin begitu juga pada terapi ).
2) autis akan optimal bila dilakukan terapi. 
Ada banyak terapi yang ada , semua dengan tujuan  masing-masing. tapi hanya terapi biomedika (medis) yang menyentuh dan memperbaiki pencernaan dengan menggunakan suplemen . Namun perjalanan waktu, akhirnya kami menemukan Biomedika Plus ..suatu metode pemulihan anak autis ..walaupun usia Ajeng dulu 8 tahun , belum diet ..bisa juga maksimal pulih.
Kalau nanti semua organ tubuh bekerja baik, maka perkembangan anak pun akan baik, dengan anak lebih bisa tenang dan fokus, tentunya akan memudahkan untuk diterapi.


Pada kelompok komunitas kami, kami sering tekankan bahwa orangtua adalah terapis yang terbaik bagi anak antara lain karena memiliki kedekatan emosional, ortu  memiliki waktu yang banyak untuk anak dirumah sehingga kita bisa menerapkannya dengan maksimal dirumah. 
Terapi , Diet dan support adalah kunci terbaik untuk diterapkan..nah ..kita pun harus  fokus pada 3 kunci tersebut..pengalaman / sharing dengan sesama ortu abk akan banyak membantu kita dalam mempertimbangkan setiap langkah yang akan kita ambil.
salam peduli autis


Sabtu, 24 Desember 2011

susu kedelai .. dan bahaya nya

Diet susu sapi / hewani adalah diet yang harus diterapkan pada anak autis, banyak kekhawatiran, tanpa susu para ortu khawatir bahwa anak mereja akan kekurangan gizi, terutama kalsium, padahal setelah anak usia 2 tahun sebenarnya sudah tidak wajib susu lagi, dan bisa menggantikannya dengan bahan makanan lain yang tak kalah gizinya daripada susu sapi.

Lalu bagaimana dengan "susu kedelai' ?? 

(http://healthybabycode.com/5-myths-about-pregnancy-nutrition-4-soy-is-a-healthy-alternative-to-meat-dairy)
Sahabat, sejak lebih dari 5 tahun lalu, kami banyak menerima sharing dari orangtua anak berkebutuhan khusus. diantaranya mengenai konsumsi kedelai sebagai ganti nya susu sapi pada anaknya. Berdasarkan pengalaman kami dulu, semasa ajeng menjalani terapi di Biomedika plus, kami tidak disarankan untuk memberikan susu kedelai , dikarenakan akan terfermentasi di pencernaan/ menjadikan jumlah jamur semakin banyak, maka kami pun tidak menganjurkan pemberian susu kedelai . Dan kenyataannya , para ortu (terutama anaknya yang telah berusia diatas 5 tahun) mereka juga menyatakan bahwa selama bertahun tahun susu kedelai dengan berbagai merek telah diberikan kepada anaknya, namun kondisinya semakin buruk, padahal mereka juga telah melakukan diet sesuai anjuran ahlinya ataupun sesuai dengan tes alergi.

-------------------------------------------------------------------------------
berikut beberapa tulisan mengenai susu sapi dan kedelai yang layak anda baca: 
(http://groups.yahoo.com/group/DOKTER/message/6575)

Sabtu, 10 Desember 2011

Jangan sepelekan keterlambatan bicara anak anda



 Menurut beberapa ahli komunikasi, bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral (mulut) yang membutuhkan kombinasi yang serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara. 

Proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh, melibatkan sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung. Jadi, untuk proses bicara diperlukan koordinasi sistem saraf motoris dan sensoris dimana organ pendengaran sangat penting.

  
 Penyebab keterlambatanPenyebab gangguan bicara dan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerus impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara.
Terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi.  Penyebab lain adalah kelainan organ bicara, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan.



 Sharing tanggal 10 desember 2011
Sharing via BBM sebelumnya ibu bertanya

Rabu, 02 November 2011

Peranan Gula pada Liver anak autis

Hati /liver kita, organ terbesar di dalam tubuh, terletak di belakang tulang rusuk bawah di sebelah kanan perut
kita dan secara kasar seukuran dengan bola kaki. Hati bagi tubuh kita mempunyai fungsi penting seperti menyaring darah, menghilangkan racun dan menghasilkan faktor yang membantu darah membeku. Hati menguraikan banyak obat agar menjadi bentuk yang lebih mudah digunakan oleh tubuh. Hati juga mengubah gula menjadi trigliserida (lipid/lemak) dan glikogen (suatu bentuk glukosa/gula yang disimpan oleh hati) yang membantu mengatur kebutuhan tubuh.

Fungsi hati sangat penting untuk otak dan susunan saraf pusat (SSP). Kedua jaringan tersebut pasokan
tenaganya hanya dari gula, jadi mereka rentan bila hati dirusak dan tidak mampu memasok dan mengatur

Minggu, 16 Oktober 2011

Mapping Ringkasan Karya Ajeng

Mapping ini berisi ringkasan yang memudahkan ajeng belajar menghadapi mid semester beberapa hari lalu..ini buatan ajeng sendiri. pada gambar ...mapping pelajaran IPA di kelas VII.Sebelumnya diajari mamanya...tapi kemudian berusaha membuat sendiri.








Kamis, 06 Oktober 2011

Autis : Mereka yang butuh perhatian

Tragis, Anak Penderita Autis
 Dipasung 9 Tahun

Karena suka menyakiti diri sendiri, bocah bernama Riyansyah (11) dipasung oleh orangtuanya, Husni Hasbullah (43) dan Roudhotul (40). Pemasungan ini sudah berlangsung sangat lama: 9 tahun!
"Kami sebenarnya juga tidak tega. Tapi jika tidak diikat, Riyan pasti menyakiti diri sendiri. Kami jadi khawatir," kata Roudhotul saat ditemui di kediamannya, Jalan Mastam No 62, RT 07/03 Kampung Cibodas Kecil, Kelurahan Cimone, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (14/9). http://www.wartakota.co.id/detil/berita/58318/Bocah-Dipasung-9-Tahun
-----------------------------------------------------------
Selama 5 Tahun

Suka Ngamuk, Anak Autis Dipasung 

 Keterbatasan biaya pengobatan membuat penderita autis, Lorenzius Heri Kurniawan (13) warga Desa Tembalang Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar terpaksa diikat selama lima tahun.
Headline
---------------------------------------------------

Kisah Tragis, Anak Semata Wayang Dipasung di Kandang Kambing


Wahyu, harus menjalani hari-hari dalam kandang kambing

Senin, 05 September 2011

MMencegah Anak Berkebutuhan Khusus menjadi sasaran Bullying di Sekolah

(http://smilekids.org/mencegah-anak-berkebutuhan-khusus-menjadi-sasaran-bullying-di-sekolah) 
Bullying merupakan salah satu bentuk dari agresifitas, dimana pada penjabarannya berarti tindakan agresif yang dilakukan secara sistematis dan terencana serta berulangkali oleh seseorang yang memiliki kedudukan yang lebih baik (secara fisik maupun mental) terhadap orang lain , dimana tindakan ini dilakukan secara individual maupun berkelompok.
Bullying dapat berupa tindakan kekerasan fisik , agresifitas verbal, pengucilan, pemaksaan dan lain-lain. Tindakan-tindakan ini terjadi di seluruh institusi pendidikan di dunia. Dalam artian, hal ini terus terjadi dan tidak bisa dihilangkan 100%. Bullying tidak hanya dilakukan oleh sesama murid, tetapi tidak jarang dilakukan oleh pendidik (guru). Tindakan bullying dalam intensitas

Selasa, 16 Agustus 2011

Orangtua kunci sukses keberhasilan pulihnya anak

Banyak sharing bertanya apakah anak mereka akan bisa kondisinya lebih baik setelah menjalani suatu terapi ?
Sebenarnya, kunci dari keberhasilannya terletak pada kedisiplinan kita selaku orangtua dalam mensupport anak dalam menjalani masa terapi terutama pada saat berada di rumah. Kita sangat menyadari bahwa anak sebagian besar waktunya bukan berada ditempat terapi, tetapi berada di rumah. Nah peran kita sangat jelas,  bagaimana kita mencoba menerapkan  apa  yang telah diajarkan di tempat terapi untuk diterapkan di rumah  termasuk juga menerapkan pola diet yang tepat, mengajak anak bersosialisasi pada lingkungan sekitar rumah maupun diluar lingkungan rumah. Jadi tidak keberhasilan pemulihan anak tidak hanya bergantung hanya pada terapis semata . Hal ini juga sempat dikeluhkan beberapa teman terapis, bahwa mereka disalahkan orangtua anak bila tidak ada kemajuan pada anaknya , padahal dietnya sendiri tidak dijalankan , di rumah ortu tidak mengajarkan pada anak , dan lebih fatal banyak pelanggaran terhadap makanan yang didietkan bahkan tidak diet sama sekali.
Janganlah kita beranggapan bahwa setiap terapi anak akan pulih semudah membalikkan telapak tangan  , semua pasti berjalan pelan bahkan tanpa kita sadari mengingat kedekatan kita dengan anak, tidak jarang malah pihak lain (seperti guru, tetangga, dll) yang bisa mengetahui perubahan pada anak kita. Pelan tapi pasti.. maka evaluasilah apakah terapi dan apa yang orangtua lakukan sudah berjalan baik, apakah saran saran terapis juga ikut diterapkan di rumah.
Apakah cukup dengan memberikan suplemen? pemberian suplemen tidak akan banyak membantu, bahkan bila digunakan secara sembarangan bisa menimbulkan masalah baru. Andaikan boleh kita menganggap manusia adalah kendaraan, bila  mesin kendaraan yang bermasalah tentunya tidak cukup hanya dengan mengganti oli kendaraan tsb saja, tetapi mesinnya yang harus diperbaiki terlebih dahulu .

Perihal Diet
Pada komunitas AFG (Autis Family Group) yang beranggotakan 30 member , para member mencoba menerapkan diet yang telah kami lakukan sebelumnya , dan alhamdulillah berjalan lebih baik ketimbang diet yang mereka lakukan sebelumnya. Memang diet tidak akan menyembuhkan anak, namun bila diterapkan , hasilnya akan jauh lebih baik, antara lain dalam pemusatan perhatian , hiperaktif berkurang, tidur nya semakin berkualitas. Beberapa bahan makanan yang kami dietkan antara lain : terigu, susu, gula pasir, gula jawa makanan dari umbi (kecuali kentang) termasuk singkong, garut,ubi dan produk turunannya, lalu ada ketan, kacang-kacangan termasuk kedelai, kacang tanah, biji-bjian termasuk jagung, wijen, kemudian sayur wortel, seafoods, buah hanya pir dan blue beri yang boleh, mentega, ragi
Waduh mengapa banyak sekali ?? terus anak saya makan apa ??? itu yang sering terucap dari member AFG. Makanan di indonesia ini masih banyak sekali yang aman, dan kami yakin para ortu dapat memperoleh makanan dengan mudah tentunya akan lebih baik dengan mengolah sendiri makanan anaknya .

Terus sampai kapan anak diet ? tentunya sampai pencernaannya berfungsi baik dan makanan tidak berdampak buruk pada perilaku nya. Yang menjadi pertanyaan, apakah telah kita coba untuk memperbaiki pencernaannya (sebagai "sebagian besar" pusat permasalahannya) dengan terapi dan diet? ataukah hanya meredam perilaku , menerapi wicara nya saja karena anak belum bisa mengeluarkan sepatah kata ?

Berdasarkan pengalaman keluarga kami, dulu anak kami hanya terapi alternatif di biomedika dan hanya menjalani diet selama 2 tahun setelah terapi.( terapi pada umur 8 tahun), kini bisa dikatakan kondisi pencernaannya sudah baik, tidak ada perubahan perilaku misalnya apabila diet tidak dilakukan. Namun Ajeng akan menolak bila diberikan makanan misalnya roti yang mengandung terigu....
salam peduli autis

Sabtu, 30 Juli 2011

PDD

Pervasive Developmental Disorder (PDD)

Pervasive Developmental Disorder (PDD) merupakan kelompok gangguan perkembangan yang biasanya terlihat nyata ketika anak berumur 3 tahun, namun tanda-tanda gangguan ini biasanya sudah terlihat sebelum anak berusia 3 tahun. Sehingga deteksi dini sebelum anak berusia 3 tahun sangatlah diperlukan agar penanganan yang tepat dapat segera diberikan.
Secara umum, anak-anak dengan PDD biasanya mengalami tiga gangguan yaitu gangguan komunikasi (misal: kesulitan berbicara), gangguan interaksi (misal: tidak mau bermain dengan anak seusianya atau orang lain), dan gangguan perilaku (misal: perilaku repetitive – stereotipik/perilaku “aneh” yang dilakukan berulang-ulang). Berdasarkan definisi DSM IV(American Psychiatric Association, 1994), PDD merupakan gangguan dalam interaksi social, gangguan dalam berkomunikasi, dan adanya keterpakuan tingkah laku, minat dan aktivitas.
Berdasarkan klasifikasi DSM IV tersebut terdapat 5 bentuk PDD yaitu:
  1. Autism
  2. Asperger Syndrome
  3. SDD (Childhood Disintegrative Disorder)
  4. Rett Disorder
  5. PDD NOS (Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified(www.toddlerstoday.com)
Selain kelima bendtuk PDD di atas, ada gangguan yang sering dikaitkan dengan PDD namun bukan termasuk kelompok dengan PDD, yaitu Fragil-X (Handbook KOnferensi Nasional Autisme, Jakarta, 2003). Penjelasan rinci mengenai gangguan ini anakan diuraian lebih lanjut.

AUTIS

Gangguan ini lebih

Rabu, 27 Juli 2011

kartunku

Kesukaan terhadap film yang ditonton, boneka  yang sering dibawa  main..menjadikanya inspirasi untuk berkarya. 
contohnya upin & ipin :
KALAU INI HASIL IMAGINASI KU LOO:

Senin, 25 Juli 2011

Pengalaman mendaftarkan sekolah SMP Ajeng ( bagian II) : Sekolah non Inklusi mau terima

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya ,

Setelah mencabut berkas pendafataran di SMP tersebut, kami daftar ajeng di SMP Muhamadyah yang berada 500 m dari rumah. Alhamdulillah, bapak kepala sekolah nya sangat welcome dengan kondisi ajeng walaupun sekolah ini belum pernah menerima anak ABK. bahkan beliau sangat excited dengan Ajeng .Dengan membawa serta ajeng saat mendaftar, paling tidak pihak sekolah bisa mengetahui kondisi ajeng sebenarnya. Walau nanti 3 bulan ke depan akan dievaluasi apakah Ajeng bisa mengikuti terus di sekolah tersebut ataukah tidak. Bagi kami, ini adalah keputusan yang bijak,

Selasa, 12 Juli 2011

2000 ABK di DIY Tak Sekolah

Kedaulatan Rakyat tgl 13 Juli 2011 menulis
, sedikitnya 2000 anak berkebutuhan khusus (ABK) di DIY tidak dapat bersekolah, padahal jumlah sekolah inklusi masih mencukupi. Kurangnya kesadaran orangtua menjadi salah satu penyebabnya. Dikhawatirkan hal ini bisa memperburuk kondisi anak dikemudian hari.
Hal ini diungkapkan oleh Kabid Pendidikan ,Pemuda dan Olahraga DIY , Sri Widayati. Kurangnya kesadaran tsb karena orangtua merasa rendah diri terhadap kondisi anaknya serta keterbatasan biaya.
tgl 5 Juli 2011 menulis229 ribu ABK

Pengalaman Mendaftarkan SMP Ajeng (bagian 1)

Masa Penerimaan murid di sekolah tahun ajaran 2011/2012 segera berakhir. ada pengalaman tersendiri bagi kami pada saat mendaftarkan Ajeng di SMP swasta dan pilihan kami pada 2 (dua) SMP swasta di seputar tempat tinggal kami.

SMP Pilihan pertama,
kami datangi menjelang 3 hari penutupan penerimaan murid, semua berkas lengkap termasuk SKHUN asli, surat pengantar psikolog mengenai kondisi anak..termasuk info lisan saya mengenai kondisi Ajeng. Dan panitia menyatakan menerima Ajeng dengan alasan pengalaman mereka pernah menerima abk , selain itu karena kapasitas 72 murid dan ajeng pendaftar ke 60an, dan lebih memprioriaskan casis yang benar benar mendaftar murni dengan niatan penuh di sekolah tsb (entu saja karena SKHUN yang diserahkan adalah asli ) . Keesokan harinya

Selasa, 24 Mei 2011

Sekolah (yang ngakunya) inklusi, keberatan memiliki anak didik inklusi ...anehhh !!

Untuk teman-teman di Yogya...pilihlah sekolah yang tepat untuk anak anda , harapan kami janganlah  masukkan anak anda ke sekolah inklusi TI yang banyak kebohongan dan kezaliman disana..bila anda ingin konfirmasi pembanding silahkan hub kami atau Lembaga Ombudsman swasta DIY, Dinas pendidikan sleman , dan  juga guru-guru eks sekolah TI tsb.

Minggu, 06 Maret 2011

Banyak Tes Alergi Tidak Direkomendasikan

Dari banyak ortu yang sharing , mereka telah melakukan analisa alergi terhadap anak-anaknya.
Namun banyak diantara kita tidak mengetahui jenis tes alergi yang direkomendasikan dan juga sebaliknya.
berikut adalah tulisan dari ahli alergi di indonesia dr.Widodo Judarwanto  :

Minggu, 30 Januari 2011

U crit dan Frutyy





 Kegiatan 30 januari 2011...masih seputar kambing etawa punya bude... si Ucrit dan Frutyy...permintaan yang diajukan  lebih dari 2 minggu lalu.. akhirnya ...ketemu lagi dg si Kambing...di elus -elus, diberi makan sampai dinaikin seperti kuda ...asyiikkkk !!