Kamis, 21 Agustus 2008

ANAK AUTIS PERLU PROBIOTIK......

ANAK AUTIS DAN PROBIOTIK


Tulisan berikut saya kutip dari tulisan Bpk. Victor Riwu-riwu ( http://wilmana.wordpress.com/2008/07/09 ... probiotik/ ), beliau juga orangtua anak autis . Semoga kutipan berikut tidak mengurangi makna dan isi yang terkandung pada tulisan beliau


Gangguan pencernaan pada anak autis


Dalam buku-buku kesehatan pencernaan, kita bisa menemukan informasi bahwa ada begitu banyak penyakit yang disebabkan karena terganggunya pencernaan. Penyakit migren, vertigo, kolesterol yang menimbulkan berbagai varian sakit jantung, diyakini bersumber dari terganggunya pencernaan. Hal ini wajar saja, karena terganggunya pencernaan menyebabkan asupan gizi menjadi berkurang dan hal ini berpotensi menimbulkan berbagai penyakit di atas. Karena itu menurut kami, dampak langsung probiotik adalah pada pemulihan kerusakan sistem pencernaan secara umum.


Gangguan pada usus anak autis pada saat bayi berpotensi mengurangi kemampuan sistem pencernaan untuk memproduksi enzim-enzim pencernaan yang penting bagi kesempurnaan dalam mencerna bahan makanan hingga asam amino dan unsur-unsur vitamin dan mineral yang terkandung didalamnya.


.
Bahan Makanan yang tidak tercerna secara sempurna akan mengendap dalam usus dan malah akan menjadi racun bagi usus.
Bahan makanan itu akan menjadi pupuk bagi jamur usus dan mikroorganisme negatif lainnya sehingga jumlahnya semakin meningkat dan makin menggerogoti dinidng usus juga memungkinkan bahan-bahan racun tersebut masuk ke dalam darah tanpa melalui mekanisme normal penyerapan usus. Akibatnya, racun-racun itu dapat menimbulkan gejala keracunan , lazim disebut alergi.


Temuan-temuan pada kasus anak autis menunjukkan bahwa gangguan pencernaan biasanya terjadi pada bahan makanan susu dan terigu. Pencernaan anak autis tidak mampu memecah protein susu dan terigu hingga asam-asam amino pembentuknya. Akibatnya, ikatan rantai protein susu (casein) dan protein terigu (gluten) yang tidak tercerna dengan baik itu akan mengendap dalam usus dan bersenyawa dengan bahan lain dalam usus menjadi caseomorphin dan glucomorphin. Kedua jenis morphin ini masuk kedalam darah melalui lubang usus yang bocor dan terbawa oleh darah ke otak. Di otak, baik glucomorphin maupun caseomorphin memiliki dampak yang sama dengan jenis-jenis morfin narkoba. Gangguan “narkoba” ini pada bayi dan balita pada stadium lanjut akan menimbulkan kerusakan permanen pada sistem syaraf secara luas.


Probiotik Sebagai Obat Gangguan Pencernaan


Didapatkan informasi mengenai dampak positif probiotik bagi pemulihan pencernaan. Probiotik disebut juga bakteri baik atau menguntungkan. Jika didefenisikan secara lengkap, probiotik adalah sekelompok mikroorganisme homogen atau heterogen yang berpengaruh baik bila diberikan kepada manusia. Probiotik akan menekan pertumbuhan bakteri patogen atau jahat yang ada dalam usus manusia. Probiotik juga menghasilkan enzim-enzim khusus yang berguna untuk menambal lubang bocor pada usus.



Semoga bermanfaat bagi kita semua


Riswanto 081578054182 http://www.autisfamily.blogspot.com

Selasa, 19 Agustus 2008

KREATIFITAS AJENG

KREATIFITAS AJENG

Biasanya sebelum tidur, bila tidak mengerjakan PR , kegiatannya diisi dengan menggambar atau membuat karya kreasinya sendiri.

BUNGA SAKURA
Malam ini, Ajeng membuat rangkaian bunga, dimana rantingnya diambil dari kembang yang ada di taman sedangkan bunganya dari gambar di kertas bikinannya, diberi warna dan kemudian digunting kemudian di tempel , jadilah bunga sakura .



kOMBINASI Gambar dan kertas tempat snack/ kue
Dibuatlah 2 gambar wanita pakai bikini, lalu roknya digabungkan dengan tempat kue/ roti.




Puzzle
Pertama ia membuat 2 buah gambar, berdasarkan hasil menonton film kartun. Lalu diguntingnya , lalu ..jadilah puzzle



Minggu, 10 Agustus 2008

Akuarium jangan di beri rinso lagi ya


Ini namanya Ukis, yang itu namanya Ukas, yang ini namanya anto...begitulah Ajeng memberi nama ikan-ikannya. Begitu asiknya ia mengamati ikan-ikan yang berenang di akuriumnya.

Masih ingat 3 tahun yang lalu, waktu itu saya memasukkan 150 ekor anakan ikan lele di bak mandi yang sudah tidak terpakai di belakang rumah. Tahukah..keesokan harinya..ikan-ikan tersebut sudah mengapung di permukaan alias sudah pada mati. Adiknya cerita kalau ikan-ikan tersebut diberi rinso..katanya biar ikannya tidak amis . Ada-ada saja.

Saat ini, ia sudah mampu untuk menyayangi ikan-ikannya ...Ukis,...Ukas...
Lalu ia bernyanyi (seperti di iklan ) ..Sudah malam..ikan bobok!!!

Minggu, 03 Agustus 2008

outbon dan wisata candi...lagi???

03 Agustus 2008
Pagi-pagi Ajeng sudah mengajak pergi ke wisata outbond di Kadirojo, Purwomartani Kalsan. Ia rupanya belum tahu outbond itu apa, dan setelah disana ...kegiatan-kegiatannya masih sedikit dan masih sepi pengunjung . Tempat outbond yang masih baru di buat namun lumayan luas .

Senangnya ia berperahu bebek (sepeda air kayuh), karena sebelumnya ia hanya menggambar perahu bebek tapi belum pernah naik. Pengalaman pertama rupanya.

Setelah itu, Ajeng dan adiknya inisiatif wisata candi lagi..kan lokasinya tidak begitu jauh dari outbond, akhirnya jadi juga kami wisata candi Kalasan, Candi Sewu dan Candi Plaosan.

Lihatlah aksinya..betapa senangnya. Sesampainya di rumah, mungkin karena kecapekan sampai masuk angin...Alhamdulillah setelah istirahat dan minum Paracetamol..kondisinya sehat kembali.



Jumat, 01 Agustus 2008

Seragam sekolahku kok beda

Hari Senin minggu lalu, seharusnya Ajeng memakai seragam Putih (Atas) dan Merah (Bawah), tapi rupanya seragam yang merah belum kering. Wah semoga Ajeng ndak marah kalau seragamnya jadi Putih – putih , yang merupakan seragam hari Rabu. Biasanya, ia tidak suka sesuatu yang tidak teratur , karena ia takut kalau di hukum bila beda dengan teman-temannya , padahal di sekolahnya beda juga ndak apa-apa.


Ketika saya beritahu ...” jeng, nanti seragam yang merah di ganti yang putih ya..karena yang merah baru di jemur “.

Ia menjawab...” ya,..pake yang putih aja.”.Ayem sudah, karena kalau dia marah terus ngambek nggak mau sekolah dan tetap minta seragam tersebut bagaiamanapun caranya.
Alhamdulillah, engkau akhirnya mengerti juga ya Jeng.

Bapak Ibu, bukannya saya mengajarkan ketidakteraturan, tetapi ada pada suatu saat ada hal-hal yang kadang-kadang berada diluar kemampuan sehingga ia juga harus mengerti, seperti halnya seragam Ajeng diatas.

Kamis, 24 Juli 2008

Semangat mengerjakan PR

PR ..PR






Hari ini memasuki minggu ke 2 Ajeng sekolah di kelas IV. Ia sangat bersemangat ketika mendapatkan buku-buku pelajarannya yang baru. Kebetulan ada PR matematika..perkalian ..ia mengerjakan sendiri (begitu sifatnya kalau sudah tahu, kalau ndak tahu...ia akan bertanya, minta diajari). Saking semangatnya,sampai halaman 10 dikerjakannya..padahal PR nya sendiri seharusnya hanya halaman 4, mungkin ia takut kalau dihukum karena tidak mengerjakan PR. Begitu ia sudah mengerjakan, ia merasa tenang untuk berangkat sekolah, tapi kalu ia lupa mengerjakan, jangan harap ia akan berangkat sekolah sebelum mengerjakan PR nya dulu.Untuk PR mata pelajaran yang lain seperti IPS, PKN, Bahasa Jawa, Agama dll . ia sudah mampu mengerjakannya sendiri, tapi kalau matematika ia akan minta diajari bila tidak bisa. Emosinya juga sudah sangat baik dan mudah diarahkan. Beberapa waktu lalu sempat emosinya naik, ketika saya tanyakan ke terapisnya (bpk.drh.haris guntur) ternyata masih kurang suplemen kalsiumnya.
Kalau ada PR , lalu ia bilang ..Pe Er...Pe Er

Minggu, 20 Juli 2008

Wisata ke Candi Boko dan Candi Ijo 20 Juli 2008

Pulang kerja tanggal 19 Juli 2008, saya terinspirasi dengan rekan kerja yang minggu lalu baru saja dari kompleks Candi Boko, Prambanan Yogya, dan cerita ke Ajeng mau ndak jalan-jalan ke Candi Boko. Tentu saja ia sangat antusias, karena Ajeng hobinya jalan-jalan. Minggu nya, Ajeng menagih untuk pergi ke candi tersebut.

Jam 10 sampai disana, dan ternyata tempatnya sangat luas dan bagus. Ia tampak semangat, dan tidak merasa lelah apalagi bareng adiknya yang selalu mengajaknya bermain. Bahkan Ajeng dan adiknya mengajak saya untuk juga jalan-jalan ke Candi Ijo, yang letaknya tinggi sekali , daerah pegunungan kapur (perbatasan dengan wonosari). Udara panas tidak di hiraukannya...pokoknya happy !!

Di Kompleks Candi Boko

Jumat, 18 Juli 2008

Ajeng dan TV

Sketsa Karya Ajeng " Ajeng dan adik " (juli 2008)

Dulu,
Dua tahun yang lalu Ajeng masih sering terjaga dimalamhari kemudian bila melihat TV yang ada di kamar mati, ia akan menghidupkannya kembali (dan sebenarnya ini sudah berlangsung lama). Selama ia berada di rumah, TV tidak boleh mati, alhasil 3 (x) TV kami mengalami kerusakan, mungkin terlalu panas. Walaupun TV hidup terus, ia tak betah menonton TV, paling-paling hanya film kartun, ia sibuk sendiri dengan kegiatannya mulai dari menggambar, maupun melonjak-lonjak, pokoknya sibuk sekali. TV Seolah menjadi temannya. Namun , ia tidak suka channelnya diganti, bila di ganti ia akan kembali memencet channel kesukaannya..dan terus berulang kali .Pokoknya betah-betahan mencet hehe.

Saat ini,
Alhamdulillah, setelah diterapi pak haris, ia sudah banyak sekali kemajuannya. Sekarangpun, ia tidak terlalu suka menonton TV, hanya pada jam-jam tertentu seperti pagi menjelang berangkat sekolah , ia sempatkan nonton TV 30 menit dengan film kartun kesukaannya dimana film tersebut akan menjadi ide dari sketsanya.
Siklus tidurpun sudah teratur sekali, pagi jam 5 ia sudah bangun tak lupa sholat. Ia teratur menjalankan sholat 5 waktu. Setelah itu mandi, sarapan dan siaplah ia sekolah bareng Diannisa , adiknya yang kelas 1 SD.

Saat ini, TV kami kembali rusak (maklum TV sudah tua , 12 tahun) , namun saya tidak berkeinginan untuk memperbaikinya kembali, dan bila ingin nonton TV sebentar, saya hanya menyetelkan TV darurat saya di komputer. Selama nonton TV , anak-anak harus kami dampingi, kami tak ingin menjadikan TV sebagai “pengasuh” anak. Bukankah di negeri luar sana, TV sudah dianggap Stupid box??

Ajeng pulang sekolah sudah sore (jam 16.00, karena ia sekolah di fulldays school), jadi mungkin energinya sudah habis disekolah, karena di sekolah ia ikut eskul seperti menari, jurnalistik, pramuka, sempoa dan keagamaan . Kalau saya tanya, kenapa ndak ikut drumband jeng??..jawabnya ...” aku males pukul drum nya pa...!!”. Ada-ada aja

Dirumah sepulang sekolah ia hanya bermain dengan adiknya, membuat kerajinan dari kertas, mengerjakan PR nya ataupun sejenak bermain game interaktif versi TELL ME MOORE atau AKAL di laptop saya. Belakangan, ia mencoba mengisi TTS ... (kapan-kapan isi TTSnya dikirim ya jeng..sapa tau dapet hadiah ya.??)

Selasa, 15 Juli 2008

Mengenalkannya pada Lingkungan

AJENG HOBINYA JALAN-JALAN...
lihat saja pada foto , ia dan adiknya sedang berpose di taman seni Gabusan Bantul, Yogyakarta..disana ia melihat banyak lukisan-lukisan, benda-benda seni lainnya. waduh malah promosi ya.... YOGYA BERHATI NYAMAN
Dan sering jalan-jalan seperti ini menjadi ilhamnya dalam menggambar.



TOKO BUKU & PAMERAN BUKU.. awas jangan bikin sobek yaaa....
Ketika ada pameran buku, ia suka sekali terutama ada cerita dan gambar yang menarik seperti bintang-bintang kartun kesukaannya..wah betah sekali rasanya..lihat saja sampai duduk dilantai saking asyiknya. Dulu pernah ketika ke toko buku, dia tidak bisa menahan diri untuk menggambar akhirnya di buku yang dijual tersebut ia gambari...terpaksa dibeli dah....!!! atau dulu pernah menjadi "black list" di toko buku karena suka membuka plastik buku yang seharusnya tidak boleh dibuka. Sekarang ia bisa memilih mana yang boleh mana yang tidak, dan tentunya sudah di wantiwanti dari rumah.



JANGAN LUPA..MAIN JUGA AJENG SUKA

Capek setelah belanja..terkadang disempatkan untuk bermain ...ini juga cara untuk bersosialisasi..dulu waktu masih heboh..ia tidak mau bergantian mainan dengan anak lainnya, suka merebut...sekarang...beda dong !!! asik naik kuda-kudaan

Kamis, 10 Juli 2008

Menari 29 Juni 2008

Ajeng Menari - 2008
Ajeng tanggal 29 Juni 2008 lalu ikut menari dalam acara pentas seni di sekolahnya SD Taruna Imani. Ia sangat antusias sekali, dan sebelum pentas ia mengingatkan saya untuk merekam lewat kamera. Ternyata gerakannya juga sangat baik, walau masih agak kaku, namun gerakannya tidak salah dan ia bisa tampil bareng dengan teman-temannya.
Pada gambar foto, ia pada posisi paling kiri dengan tarian dari sumatera barat.





Saat latihan , kami pernah melihat mereka berlatih disekolah. Ternyata disana juga dilatih perorangan , jadi tiap anak menari sendiri-sendiri (di tes oleh guru tarinya), kemudian setelah bisa, baru dipadukan dengan teman-temannya. Ternyata ia juga bisa seperti teman yang lainnya yang normal.

Besoknya, tgl. 30 Juni 2008, ia terima raport. Nilainya lumayan baik, rangking 3 dari 9 murid, termasuk yang normal dikelasnya.

Ajeng Menari - Tahun 2007
Pada foto, ia mengenakan pakaian warna hijau , sebelah kanan.




Tahun 2007, ia juga sudah tidak berlari kesana kesini seperti anak hiperaktif). Pada saat itu ia dipentas bareng anak TK B yang perpisahan, dan ia pindah dari observasi ke SD kelas II. Observasi dijalaninya selama 6 bulan, ia ikut menari..Tari Rebana. Pada saat itu , saya sangat kagum , ternyata ia sudah bisa menari bareng teman-temannya yang normal. Bila saya bayangkan, setahun sebelumnya (2006) saat ia baru 6 bulan di SD Taruna Imani, ia juga naik pentas namun hanya berdiri saja di panggung (tapi sudah tidak berlarian lagi/ hiperaktifnya jauh berkurang dan sudah mulai berkonsentrasi.

Selasa, 29 April 2008

Keluarga kami


Terimakasih bagi anda yang telah menyempatkan waktu anda untuk mampir di Blog ini.


ANAKKU AUTIS - HIPERAKTIF


Anak kami lahir dalam kondisi phisik yang normal (10 bulan dalam kandungan) , melalui persalinan normal . Saat lahir , tangisannya sedikit sekali tidak seperti adiknya, dan kesulitan bila menyusu pada ibunya. Perkembangannya sejak bayi hingga 4 bulan normal-normal saja.Pada usia 4 bulan ia pernah terserang panas tinggi hingga steuip, dikhawatirkan ini salah satu gejala yang membuat otaknya bekerja tidak seimbang.


Pada saat mulai merangkak, ia merangkaknya dengan cepat dan pada usia 10 bulan ia sudah bisa berjalan dan berlari. Ia sulit makan bubur bayi, dan bila melihat makanan yang lembek/ cair , ia mual dan muntah. Ia hanya mau minum susu yang dicampur bubur susu bayi melalui botol dotnya. Sehari ia bisa menghabiskan 8 botol.
Umur 2 tahun, Ajeng menampakkan ciri-ciri yang dominan seperti :

  • Belum bisa bicara , bila menghendaki sesuatu ia menarik tangan kami dan menunjuk barang yang diminta ,

  • Gerakannya sangat banyak sulit diarahkan


  • siklus tidur yang tidak teratur, dan saat tidur posisinya sering berubah.Tidak suka dikeloni seperti anak seusianya yang butuh perlindungan dan kasih sayang.


  • Tidak ada respon bila dipanggil tidak mau melakukan kontak mata , Tidak respon bila diajak bermain ciluk ba.

  • Bila terjatuh sampai benjol dan berdarahpun ia hanya menangis sebentar saja

  • Tidak ada rasa takut bila berada ditempat yang gelap, tidak takut pada orang yang baru dikenal
  • Sering tertawa sendiri tanpa sebab
  • Emosi yang tinggi bila tidak dikabulkan permintaannya/ menjerit-jerit, suka mencubit dan menggigit.

Bila Bapak/ Ibu berkunjung kerumah kami, masih dapat dilihat pagar berlapis tiga, karena ia sering lari keluar rumah, larinya sangat cepat dan sulit terkejar, padahal didepan rumah kami adalah jalan umum yang cukup ramai.

PEMERIKSAAN MEDIS

Kemudian pada tahun 2000, kami membawanya ke RS Sarjito Yogyakarta , ternyata pemeriksaannya sangat melelahkan karena harus mendapat banyak rujukan mulai dari psikolog, psikiater, THT, dokter anak, sampai dengan tumbuh kembang anak. Terakhir menjalani test EEG kerena ia pernah kejang pada umur 4 bulan) . Hasil tes EEG menunjukkan gelombang otak anak kami sangat tidak beraturan dan saling bertabrakan, hasil diagnosis adanya kelainan pada fungsi otak karena diakibatkan sejenis virus Tokso , sehingga ada dominasi dari fungsi otak terhadap fungsi otak yang lain, yang mengakibatkan ia mengalami kelainan Autis - Hiperaktif.


Ajeng pernah dibawa ke dokter anak yang sering menangani anak berkebutuhan khusus di Yogyakarta, namun hanya berlangsung dalam 2 kali pertemuan (2 bulan) , karena dosis yang diberikan nampaknya terlalu tinggi. Selain itu , ia nampak kurang sehat dan berkeringat dingin. Memamng ia tidak banyak gerak, mengeluh sakit kepala dan banyak tidur. Dari banyak informasi yang kami dapat , baik dari buku, literature lain termasuk dari internet ..ternyata hingga saat ini belum ada obat untuk anak berkebutuhan khusus ini , obat yang ada hanya mengurangi gejalanya ( Dr.Melly budiman ) . Hal ini dikarenakan kompleksnya penyebab autis , sedangkan para ahli sibuk mencari penyebabnya.

Selanjutnya kami membawanya berobat dengan metode jamu selama 4 tahun. Jamunya sangat-sangat pahit, dan awalnya harus dicekoki, namun karena sudah terbiasa, ia sering mengingatkan untuk minum obatnya. Ia mulai sedikit banyak bicara , namun hiperaktif nya masih sangat dominan hingga kelas 2 semester 1 (awal tahun 2006).

Diantara waktu tersebut, kami pernah membawanya ke pengobatan dengan metode pijat yang katanya mampu menghilangkan virus. Namun tidak juga membawa hasil yang optimal.


Hingga akhirnya, Allah menunjukkan Kuasanya, melalui sebuah surat kabar di Yogya kami memperoleh informasi adanya pengobatan anak berkebutuhan khusus oleh Bpk. DRH. Haris Guntur ( www.autismaterapi.blogspot.com).

Awalnya kami sempat sangsi apakah anak kami bisa sembuh, mengingat kami telah membawanya kemanapun ada info tentang pengobatan autis. Namun setelah menjalani terapi beliau selama 4 bulan, Alhamdulillah banyak sekali kemajuannya. Pada saat pentas seni bulan Juni 2006, ia sudah bisa tenang dipanggung walaupun hanya berdiri . Namun bagi kami , ini adalah sangat luar biasa.

SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK
Tahun 2003, Ajeng kami sekolahkan di TK Tripusara Rini , Colombo. Tiap hari ibunya harus menungguinya didalam kelas, karena bila tidak ditunggui ia akan berlari keluar kelas . hal ini berlangsung hingga 2 tahun kemudian. Kecerdasannya cukup baik, daya ingatnya cukup tinggi. Pada saat TK Besar kami selalu rajin mengajarinya membaca (setiap hari kami mengajarinya dengan metode bernyanyi, karena di sekolah ia tidak bisa mengikuti pelajaran) dan ia sudah bisa membaca dengan sangat lancar bila dibandingkan dengan teman-temannya, . Saat itu juga ia sudah mempunya vocabulary bahasa inggris sekitar 70 kata.

Sejak usia 3 tahun ia sudah bisa memegang pensil, spidol, ..sangat suka menggambar.dalam hitungan detik jadilah hasil karyanya baik itu di kertas mapun di tembok dirumah .


SD – HARI PERTAMA SUDAH MAU DIKELUARKAN DARI SEKOLAH

Setamat TK, kami bingung mau menyekolahkannya dimana. Di Sekolah khusus selain terbentur biaya, juga berdasarkan psikolog dari tumbuh kembang anak, menunjukkan bahwa Ajeng mempunyai IQ agak lumayan , jadi rasanya tidak pas masuk sekolah itu karena ia malah menjadi mundur. Psikolog menyarankan aku sekolah di SD Umum dengan salah satu syaratnya, jumlah murid sekelas tidak banyak, idealnya dibawah 10 orang.


Kami lalu mendaftarkan aku di sebuah SD Negeri, pertama kali masuk ia sudah mau dikeluarkan sekolah karena aku dianggap mengganggu teman yang lain. Akhirnya setelah dijelaskan dan menunjukkan referensi dari Klinik Tumbuh Kembang Anak yang telah kami persiapkan sebelumnya, pihak sekolah akhirnya membolehkannya sekolah disana dengan catatan harus ditunggui didalam kelas.


Di SD ,tersebut nilainya lumayan baik, dan bila besok harinya akan ujian , ia tidak pernah belajar,. Sehingga pada saat hendak tidur, kami selalu membacakannya untuknya, ternyata Alhamdullah, bisa masuk dalam ingatannya. Dan saat ujian ia bisa mengerjakannya, semua dikerjakan dengan tempo sangat singkat ( 5 menit) karena ia tidak bisa tenang, apalagi bila melihat di seberang sekolah ada orang jual makanan yang ia suka . Ternyata , banyak soal telah dikerjakan nya dengan baik dan benar. Terkadang ia tidak mau sekolah, karena takut dipukulin teman-temannya, yang menganggapnya nakal.


TERAPI OLEH BPK.DRH.HARIS GUNTUR


Awal tahun 2006, Ajeng mulai diterapi oleh Bpk.Haris Guntur. Dan pada waktu yang hampir bersamaan, kami memindahkannya ke sekolah umum fulldays . SD tersebut sering menerima murid berkebutuhan khusus, maupun pindahan dari sekolah kebutuhan khusus lainnya. Disana ia masuk kelas observasi dan diawasi secara khusus oleh gurunya, sehingga ibunya tidak lagi menungguinya di kelas.


Masih ingat betul, ketika terapi pertama kali, Bpk.haris melakukan terapi pada Ajeng jam 1 pagi, karena pada jam tersebut ia lelah dan mulai tidur. Hingga 2 bulan berikutnya, siklus tidurnya sudah teratur, hiperaktifnya sudah mulai jauh berkurang. Dari gurunya , kami memperoleh informasi kalu Ajeng sudah bisa duduk tenang di Kelas. Setelah dianggap mampu mandiri di kelas, tahun 2006 ia kembali masuk di kelas II dan hingga saat ini ia telah duduk di kelas III.



Banyak perkembangan yang ia peroleh nya baik dari segi emosi, sosial, kemandirian maupun pengetahuan. Ia senang bermain puzzle, computer, maupun prakarya, namun tak pernah lupa untuk sholat 5 waktu.




Tahun 2007 , bahkan ia sempat naik panggung untuk menari bersama teman-temannya. Betapa bahagianya kami, SUBHANALLAH.....TERNYATA ALLAH MENUNJUKKAN KUASANYA KEPADA KAMI !!!.


Dari pengalaman kami diatas, kami menyimpulkan bahwa peran serta orangtua dalam upaya menyembuhkan anak berkebutuhan khusus sangat besar , mulai dari mendeteksi kelainan pada anaknya secara dini, mencari terapi / pengobatan yang sesuai dengan penyakit sang anak, masa pendampingan selama masa terapi dan sesudahnya, termasuk mencari sekolah tepat untuk anak.


Mudah-mudahan pengalaman dari kami ini bisa sedikit banyak memberikan informasi kepada anda khususnya para orangtua anak berkebutuhan khusus lainnya. Karena kita tidak sendirian.

Senin, 28 April 2008

Perilaku dan Disiplin

Perilaku Masa Kanak di saat anak kondisinya Membaik

Pada Ajeng, kami terkadang menjumpai perilakunya seperti anak umur 3 atau 4 tahun . Kami menyadari bahwa masa-masa usia tersebut belum pernah/ sangat sedikit dialaminya dan terlewati saat ia masih autis hiperaktif, sehingga saat setelah terapi dan kondisinya jauh lebih baik saat ini, masa –masa tersebut terulang . Seperti halnya evolusi pada anak yang dimulai dari berbagai tahapan proses seperti pada saat merangkak, kemudian belajar jalan dan berlari, begitu juga pada perilaku anak yang berkebutuhan khusus seperti Ajeng.

Ia kadang merengek bila menghendaki sesuatu , namun dilain waktu ia bisa meminta dengan bahasa yang baik, dan bisa memahami bila diberi alasan tidak boleh.
Dulu ia tidak suka bermain boneka...namun ia saat ini suka boneka , seperti Barbie, dan sering menggambar pada kertas dengan versinya sendiri.
Dulu bila hendak tidur , tidak suka ditemani, namun saat ini ia mau dipeluk dan bilang Mama...ajeng mau bobok dulu ya...,


Disipilin dan Mandiri

  • Ajeng sangat disiplin dalam melakukan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaannya, seperti mengecek tas bawaannya, baju ganti 2 set (karena ia sekolah di SD Fulllday sampai sore hari).
  • Bila dipesankan oleh gurunya, seperti .. ‘ besok Ajeng disuruh bu guru bawa untuk baju kaos untuk disablon , .....bawa uang Rp.1500 untuk beli kerajinan...dll “ maka ia segera mengingatkan kami untuk menyediakan barang yang dimaksud setibanya di rumah, begitu juga saat akan berangkat ke sekolah keesokan harinya.
  • Mengerjakan PR dan tidak mau berangkat bila PR nya belum selesai dikerjakannya (pernah ia terjaga di malam hari sekitar Jam 12 Malam karena teringat belum mengerjakan PR matematika, dan Mamanya harus bangun menjadi partner belajarnya). Ketika kami tanya kenapa Ajeng takut bila tidak mengerjakan PR? Rupanya di sekolah ada sistem punish dan reward. Perlu diiketahui, pelajaran matematika menjadi momok buat siswa normal, begitu juga dialami anak kami, namun saat ini ia sedikit banyak sudah memahami dan bila tidak tahu, maka ia akan segera bertanya. Sedangkan mengenai pelajaran lainnya, bila ada PR maka ia akan mengerjakan sendiri , itupun dengan cepat.
  • Dalam hal makanan di sekolah, ia bisa memilah-milah makanan yang tidak boleh seperti yang berbahan terigu, susu dan dari kacang-kacangan. Dan bila di beri, ia akan membawanya dalam tas ranselnya, dan diberikan adiknya. Dulu pernah sebelum ia bisa disiplin dalam diet makanan, gurunya pernah bilang kalo ajeng sering ngamuk di sekolah. Ketika saya bilang,.”.Ajeng,,,tidak boleh makan yang mengandung terigu, susu dan kacang..karena nanti sakit”. Sejak saat itu, bila tidak tahu dari bahan apa makanan tersebut dibuat, maka ia bertanya..ini bahannya dari terigu, susu atau kacang tidak ya...?? malah bila makanan tersebut dalam kemasan , maka ia bertanya sudah expired belum ya ...???
  • Sholat 5 waktu tak pernah lupa dikerjakannya, bila saat subuh tiba, bila dibangunkan ia dengan tanpa malas untuk bangun dan sholat subuh. Awalnya dulu dirumah Ia tidak teratur sholatnya,, ketika adiknya bilang..Mbak Ajeng, kata Pak guru Agama, nanti kalo orang tidak sholat,,dikuburnya nanti didatangi ular besar lho....(saya juga pernah baca hal tersebut di buku Hidup setelah Mati)..Nah setelah itu ia rajin sholat.
    Pada saat nonton film kartun kesukaannya di TV , bila diminta mandi pagi, maka ia tidak marah dan dengan sukarela mandi sendiri bersama adiknya.
    Pernah kami telat menjemput Ajeng dan adiknya hingga maghrib (biasanya jam 16.30) , dan sejak itu ia selalu mengingatkan untuk segera menjemputnya sore hari setelah Ashar dan jangan sampai maghrib.

    Kami sering sharing dengan orangtua anak lain, ternyata sikap disiplin ini terjadi pada anak dengan kasus yang sama. Saya pikir kita harus bisa memanfaatkan sikap seperti ini dengan menanamkan perilaku-perilaku yang dapat membuatnya mandiri dan harus menjadi kebiasaanya atau juga melalui terapi .
    Selain itu , kami harus selalu memberikan umpan balik ke Ajeng seperti bertanya apa yang dilakukan di sekolah, makan apa, temannya siapa, ...dan berikan pelajaran lewat permainan yang mengasah otaknya seperti puzzle, maupun mengenali benda dalam bahasa inggris. Terkadang ia suka bermain game didepan komputer.

Sabtu, 26 April 2008

FOTO - FOTO AJENG



Ajeng dan Adiknya Nisa (2007)

Kehadiran adiknya membuatnya banyak belajar dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya. Dulu ia sangat sensitif, tidak mau mengalah dan mudah berteriak, menggigit ,..kini ia mampu menahan diri .




Ajeng Menari

Tahun 2007 , pada saat pentas seni ia ikut naik pentas menari bersama teman-temannya (pakaian warna hijau). Kami tak menyangka ia mampu mengikuti arahan pelatihnya, padahal sebelumnya ia sangat sulit diatur.






Ikut Lomba
Ajeng sering kami ikutkan pada lomba -lomba seperti menggambar, ini agar ia mempunyai rasa percaya diri (2008).




Ini Hasil Karyaku...

Ia suka menggambar, dalam beberapa detik..jadi lah bintang kartun yang disukainya di TV. Imajinasinya banyak,,dan sehari bisa dihabiskan nya waktu 3 jam untuk menggambar (2007).



Wisata keluarga

Membawanya wisata bersama keluarga sangat membantunya dalam bersosialisasi.

(Saat di Pabrik Gula Tasik Madu , Karang Anyar, Jawatengah, 2007)










Ajeng dan Nisa Waktu ajeng masih kelas 1 SD dan belum diterapi..tatapan matanya nampak kosong dan sulit konsentrasi

Sebagian dari karya Ajeng