TAS KARDUS
Sepintas, tak ubahnya kardus diberi kertas dan dijahit, tapi dibalik itu , bagi Ajeng adalah perjuangan karena untuk menyelesaikannya perlu berhari hari , bahkan dilakoninya sampai malam.
Memotong kardus, melapisinya dengan kertas kado, menjahit tepi tepinya...semua dilakukan sendiri.
Berawal dari prakarya di sekolah yang belum selesai, kemudian dibawa ke rumah untuk diselesaikan. Lihat saja dibagian samping ada kertas pelapis yang berbeda, karena sudah kehabisan motif kertasnya disekolah, dan Ajeng ngotot mengajak mencari di beberapa toko..namun tak juga di temukan..hingga akhirnya ia mengalah ..walau berbeda tetap UPIN DAN IPIN ...
Taklupa ada sketsa dirinya serta BAIM di tas tersebut.Luar biasa !!